Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menjalankan program studi di bidang Minyak dan Gas bersama-sama dengan PT. Kalrez Proteleum (Seram), Ltd dan Citic Seram Energy, Ltd bersepakat untuk membangun sumber daya manusia di bidang minyak dan gas. Kesepakan itu dikemukakan saat kunjungan Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, pada kedua perusahaan bidang minyak dan gas tersebut di Bula, Seram Bagian Timur, Rabu (8/05/2024).

Dalam diskusi bersama dengan pihak Kalrez dan Citic yang dilakukan di masing-masing perusahaan, Direktur memperkenalkan Politeknik Negeri Ambon dan apa yang menjadi sumbangsih Polnam bagi penyiapan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas. Menurut Direktur, Polnam sebagai lembaga pendidikan vokasi mendapat anugerah dari pemerintah RI untuk menjalankan program studi di bidang minyak dan gas.

“Sejak tahun 2016, saat presiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Merah Putih Ambon, kami diinstruksikan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menjalankan prodi Minyak dan Gas di Maluku. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendirian Prodi Teknik Produksi Migas tahun 2017, Prodi Teknologi Rekayasa Sistem Mekanikal Minyak dan Gas dan Prodi Teknologi Rekayasa Sistem Kelistrikan Minyak dan Gas di tahun 2018”, ujar Direktur menjelaskan.

Menurutnya, sejak penyelenggaraannya prodi-prodi tersebut telah menghasilkan lulusan  sesuai dengan bidang kompetensinya, yaitu minyak dan gas, baik produksi, mekanikal maupun kelistrikan. Dan hal tersebut tidak terlepas dari andil PT. Kalrez dan Citic dimana para lulusan itu pernah melakukan praktek di kedua industri migas ini.

“Saya sangat berterima kasih karena hasil gemblengan Kalrez dan Citic telah menghasilkan lulusan Politeknik Negeri Ambon yang siap untuk berkompetisi di dunia industri Minyak dan Gas. Hal ini sudah terbukti dengan lulusan-lulusan Polnam yang telah bekerja pada industri dimaksud”, tutur Direktur.

Oleh karena itu, menurut Direktur, kerja sama yang telah dibangun selama ini akan terus dijaga untuk kedepannya bisa menghasilkan lulusan yang lebih andal lagi.

“Kerjasama yang kita sepakati tidak hanya terkait Praktek Kerja Lapangan dan Magang Industri mahasiswa Polnam semata. Kami bersepakat untuk melanjutkan kerja sama peneletian di bidang migas, praktisi mengajar dari Kalrez dan Citic, dosen tamu yang akan memberikan kuliah umum, pengembangan kurikulum, maupun juga Polnam bersedia jika pihak Kalrez atau Citic membutuhkan tenaga dari Polnam untuk melakukan maintenance peralatan mereka”, jelasnya.

Direktur melihat bahwa prospek ke depan khususnya penyiapan SDM di bidang Migas harus terus ditingkatkan, mengingat peluang-peluang untuk mengabdi di industri migas semakin kompetitif.

“Kami tadi sudah berdiskusi terkait bagaimana lulusan Polnam khususnya di bidang Minyak dan Gas bisa mengikuti sertifikasi kompetensi. Dan ini akan terus kami jajaki, baik itu melalui Polnam maupun juga melalui perusahaan-perusahaan Migas”, tandas Direktur.

Pihak Kalrez dan Citic menyambut baik kunjungan Polnam ini, dan mereka berterima kasih atas kerjasama yang dilakukan selama ini. Merekapun mengapresiasi kehadiran mahasiswa Polnam melalui program kunjungan industri, praktek industri maupun magang karena mereka menunjukkan sikap yang baik di perusahaan maupun di tengah masyarakat.

(Humas)