Saat ini, dunia berada di persimpangan antara kemakmuran ekonomi, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup, disatukan oleh kesamaan visi yaitu masa depan yang didukung oleh solusi berkelanjutan dan tanpa emisi karbon. Demikian pernyataan Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, saat membuka Seminar Internasional Implementation and Management of New and Renewable Energy based on Culture and Local Wisdom, Kamis (23/11/2023).

“Kita sementara berada di tengah-tengah perubahan, yang menuntut peralihan dari sumber energi tradisional menuju masa depan. Perpaduan antara energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi tidak hanya mungkin dilakukan tetapi juga merupakan suatu keharusan. Di sinilah kita menemukan hubungan antara peluang dan tanggung jawab”, kata Direktur.

Menurut Direktur, dalam menangani aspek ekonomi, harus disadari bahwa transisi ke energi terbarukan bukan hanya sekedar pertimbangan lingkungan, namun merupakan strategi ekonomi yang kuat. Lanjutnya, berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan dan terbarukan tidak hanya menciptakan lapangan kerja namun juga mendorong inovasi, sehingga menempatkan kita di garis depan ekonomi ramah lingkungan yang sedang berkembang.

” Selanjutnya janganlah kita melupakan hubungan mendalam antara energi dan budaya. Tradisi, sejarah, dan identitas lokal kita sangat terkait dengan bentang alam yang kita tinggali. Saat kita menerapkan solusi energi terbarukan, kita harus melakukannya dengan kesadaran dan rasa hormat terhadap keunikan budaya yang menjadi ciri khas setiap komunitas”, ujar Direktur.

Direktur meyakini bahwa dengan melakukan hal tersebut, dapat memastikan bahwa transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan bukanlah sebuah pelepasan dari akar budaya, melainkan sebuah integrasi harmonis yang memperkuat tatanan budaya.

Baginya, dunia menuntut komitmen terhadap dekarbonisasi, dan dalam menghadapi tantangan ini, generasi saat ini harus membuka jalan menuju masa depan yang lebih sehat dan berketahanan. Urgensinya, Menurut Direktur, bukan hanya mengenai mitigasi perubahan iklim tetapi juga menjaga kesejahteraan generasi sekarang dan masa depan.

“Marilah kita memanfaatkan potensi energi terbarukan untuk mendefinisikan kembali perekonomian kita, menghormati keragaman budaya kita, dan menjamin masa depan di mana kemakmuran hidup berdampingan dengan planet yang berkembang”, tandasnya.

Seminar yang berlangsung secara daring ini menghadirkan pembicara dari USA dan Hungary, yaitu Forest David dari Ryne University, USA, Johan Tumiwa, Attila Bai,  Gabor Biczo, ketiganya dari University of Debrece, Hungary.

(Humas)