Wisuda bagi 804 lulusan Program Studi Diploma dan Sarjana Terapan Politeknik Negeri Ambon digelar pada Kamis (28/12/2023) di Audiotorium Polnam. Lazimnya dalam momen akbar akademik tersebut, selalu ada orasi ilmiah yang disampaikan sebagai bentuk penguatan bagi sebuah institusi pendidikan.

Pada gelaran Wisuda XVIII Politeknik Negeri Ambon tahun 2023, tema yang diusung adalah “Transformasi Politeknik Negeri Ambon Dalam Menyiapkan Lulusan Yang Adaptif dan Berdaya Saing Global” . Tema ini juga yang menjadi muatan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Elsina Huberta Aponno, S.E., M.Si.

Dalam orasinya, dosen Administrasi Niaga Polnam ini menyampaikan ajang wisuda ini dijadikan momentum untuk merefleksikan dan juga berkaca sudah sejauh mana transformasi dilakukan oleh Politeknik Negeri Ambon untuk menyiapkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global sebagai bentuk kompetensi yang diharapkan relevan dengan trend industri masa depan yang masih kental dengan isu era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

“Transformasi pendidikan vokasi dengan memberi penguatan pada kecakapan yang relevan dengan trend industri masa depan dibarengi dengan  strategi pengembangan diri mahasiswa untuk meningkatkan daya saing global dengan fleksibilitas yang dimungkinkan oleh Kurikulum Merdeka sehingga mahasiswa mampu mengembangkan sejumlah kualitas dan keterampilan yang sangat berharga yang melampaui pembelajaran akademis”, kata Aponno.

Menurutnya, kemampuan adaptasi dan daya saing global yang harus dimiliki dalam dunia kerja tidak semata-mata menekankan pada hardskill yang seringkali menjadi fokus kurikulum. Sudah saatnya kajian kurikulum perlu dilakukan agar pengembangan softskill lulusan bisa menjadi lebih adaptif dan berdaya saing.

Baginya, tema Wisuda XVIII ini juga sejalan dengan visi tahun 2020-2024 “Politeknik Negeri Ambon sebagai kampus teknologi terapan berbasis Gugus Pulau bereputasi global” dengan salah satu misi “Menyelenggarakan pendidikan vokasi yang berkualitas, berdaya saing dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi”.

“Meskipun secara internal kualitas lulusan terbilang baik, data eksternal menunjukkan bahwa kualitas lulusan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pengguna. Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat penyerapan lulusan juga waktu tunggu. Waktu tunggu menunjukkan periode sejak lulusan menyelesaikan program pendidikannya hingga mendapatkan pekerjaan pertama”, kritisinya.

Namun baginya, sejak tahun 2020 melalui Renstra Politeknik Negeri Ambon, berbagai hal tersebut di atas telah diidentifikasikan sebagai hal yang perlu diberikan langkah korektif. Arah kebijakan utama telah dirumuskan secara komprehensif dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang dihadapi.

“Renstra Politeknik Negeri Ambon menurut saya mampu untuk menjawab tantangan menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global, namun masih mengalami banyak kendala dalam implementasinya”, tandasnya.

(Humas)