Politeknik Negeri Ambon mewisudakan 804 orang lulusan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Politeknik Negeri Ambon dalam rangka Wisuda XVIII Program Studi Diploma dan Sarjana Terapan, Kamis (28/12/2023) di Audiotorium Polnam.

804 Wisudawan dan Wisudawati itu terdiri dari Teknik sipil sebanyak 60 orang, Teknik Mesin 54 orang, Teknik Listrik sebanyak 73 orang, Administrasi Bisnis sebanyak 38 orang, jurusan Akuntansi sebanyak 132 orang.

Kemudian Teknik Informatika 85 orang, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan 88 orang, Manajemen Proyek Konstruksi 80 orang, Teknik Produksi Migas 19 orang, Teknologi Rekayasa Sistem Mekanikal Migas 26 orang, Teknik Rekayasa Sistem Kelistrikan Migas 13 orang, dan Administrasi Bisnis Terapan 105 orang.

Selanjutnya Teknik Pengelolaan Hasil Pertanian Kampus Masohi 2 orang, Teknik Pengelolaan Hasil Perikanan Kampus Masohi 2 orang, Pariwisata Kampus Masohi 12 orang, Manajemen Sumberdaya Perairan Kampus Banda 6 orang, dan Budidaya Perairan Kampus Banda 9 orang.

Bagi para wisudawan Direktur Polnam, Dady Mairuhu mengatakan lulusan Polnam harus memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan mudah atau bisa juga disebut sebagai kemampuan untuk berpikir dengan cara yang cepat dan cerdas. Kemampuan tersebut menunjukkan cara bekerja yang dapat diubah sesuai kebutuhan, baik itu waktu, tempat kerja, maupun peran yang dijalankan.

“Lulusan Politeknik Negeri Ambon harus menjadi lulusan yang agile. Lulusan yang mampu berpikir cepat dan cerdas.
Ketika terjadi perubahan pada lingkungan pekerjaan, lulusan mampu merespons dengan perubahan skil dan kemampuan bekerja sesuai kebutuhan”, ujar Direktur.

Lanjutnya, lulusan yang agile  merupakan salah satu pilar keberhasilan dalam persaingan global. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini membuat semua orang dari seluruh dunia dapat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan
tertentu.

“Kalau bicara skil dan pengetahuan, mungkin lulusan kita masih ada keterbatasan. Namun bila lulusan kita agile;¬† cepat belajar, cepat berpikir dan menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, mereka akan mampu bersaing. Itulah penting mengembangkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang agile”, katanya.

Menurut Direktur, saat ini Polnam sedang bertransformasi secara kelembagaan untuk menjadikan dirinya sebagai kampus teknologi terapan yang menjadi rujukan di Indonesia Timur melalui pembenahan berbagai aspek. Oleh karena itu, Polnam terus melakukan pembenahan kelembagaan dan pelaksanaan tugas dan fungsi semua organ yang ada, pembenahan pada prosedur dan sistem operasi kelembagaan, dan penguatan sistem penjaminan mutu.

“Yang kami lakukan hanya untuk tujuan mulia yaitu menghasilkan lulusan yang agile, mampu beradaptasi dan berdaya saing global, dan menghasilkan karya teknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat terutama masyarakat di wilayah Kepulauan Maluku”, tandasnya.

(Humas)