Tanggung jawab perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Ambon, ada pada 3 rana yaitu pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau yang disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut disampaikan Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, saat membuka Focus Group Discussion Kajian Potensi dan Strategi Pengembangan Kawasan Teluk Ambon di Kantor Kecamatan Teluk Ambon, Kamis (30/11/2023.

“Tanggung jawab pengajaran setiap saat kita lakukan di kampus. Tapi jangan lupa bahwa ada tanggung jawab besar dari setiap perguruan tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat, sebab dalam kehidupan masyarakat ada begitu banyak persoalan yang menghendaki kehadiran perguruan tinggi”, ujar Direktur.

Bagi Direktur, setiap penelitian dan pengabdian bukan hanya berlangsung dalam lingkungan kampus tetapi juga tanggung jawab tersebut harus menjadi solusi bagi masyarakat.

Politeknik Negeri Ambon, lanjut Direktur, memiliki komitmen yang kuat untuk tetap hadir di tengah-tengah masyarakat. Komitmen itu terwujud dalam kegiatan bersama masyarakat di Teluk Ambon maupun juga yang dilakukan di beberapa kecamatan lainnya dalam wilayah pemerintahan kota Ambon.

“Konsep kami di Politeknik Negeri Ambon adalah hadir untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan dalam masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang ada di Polnam. Kita hadir untuk sama-sama berpikir dengan seluruh elemen masyarakat terkait persoalan-persoalan untuk menemukan jalan keluarnya”, tandas Direktur.

Pada kesempatan itu hadir pula Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa Kota Ambon (DPPPAMD), Juan Kayadoe, yang mewakili kepala dinas DPPPAMD Kota Ambon.

Kayadoe menyampaikan apa yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Ambon dalam kegiatan seperti ini sebagaimana yang dilakukan juga di kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon, memberikan penguatan bagi Desa, Negeri atau Kelurahan.

“Kami sangat menyambut kegiatan seperti ini, karena kita sebagai pemerintah kota, kecamatan dan juga desa membutuhkan penguatan-penguatan dari akademisi, sehingga proses perencanaan pembangunan di desa baik dalam pemberdayaan maupun pembangunan dapat terkonsep dan dilaksanakan dengan baik”, kata Kayadoe.

Ia berharap pemerintah desa, keluarahan dan negeri dapat memberikan kontribusi bagi kajian-kajian yang akan dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Ambon.

Sejumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah mereka yang mewakili Negeri, Desa dan Keluarahan di lingkup walayah kecamatan Teluk Ambon, serta para pegawai kecamatan Teluk Ambon. Sedangkan fasilitator adalah tim Peneliti Polnam serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polnam, Pieter Frans.

(Humas)