Humas, Polnam – Sebanyak 18 Peneliti dan 15 Pengabdi di lingkungan Politeknik Negeri Ambon menandatangani kontrak Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dana PNBP Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (22/9/2026) di Kampus Politeknik Negeri Ambon (Polnam). Dalam arahannya, Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa menyampaikan bahwa untuk tahun 2027 target-target Polnam untuk riset yang mengarah kepada penelitian-penelitian terapan untuk menjawab tema energi dan juga ekonomi biru. “Visi dan Misi Polnam terkait dengan Gugus Pulau termasuk wilayah kita di Maluku terdiri dai kepulauan. Dimana sebagai orang Politeknik kita berbicara menyangkut energi dan ekonomi biru dari sisi penelitian maupun pengabdian masyarakat”, ujar Direktur. Direktur berharap riset-riset ke depan mengarah untuk menjawab program-program nasional bahkan internasional, untuk bisa menjawab tuntutan tuntutan daerah dan juga program-program yang sifatnya nasional dan internasional dari politeknik, sehingga tidak sekedar hanya dokumen biasa. “Terkait Penelitian dan Pengabdian tahun 2026, sangat disayangkan kalau itu hanya dalam bentuk cuma dokumen pelaporan biasa. Tetapi makna substansi dari penelitiannya itu tidak bermanfaat. Sehingga hasil penelitian ini betul-betul dia menggaung terutama bagi masyarakat daerah binaan di kecamatan Tehoru”, tutur Direktur. Ia berpesan, setelah dilakukan penelitian dan pengabdian, masyarakat di sana merasakan bahwa ada perhatian bagi masyarakat yang ada di Tehoru dan berdampak ke wilayah-wilayah yang ada di sekitar Tehoru. “Saya berharap semua penelitian dan pengabdian masyarakat ini dapat berlangsung dengan segala baik dan kemudian jangan lupa juga laporan-laporan keuangan sesuai aturan-aturan yang mengikat. Sehingga jangan sampai kemudian nanti ada kendala di setelah penelitian dan pengabdian”, tandasnya. (Humas)
Humas, Polnam- Wakil Direktur Bidang Akademik sekaligus Pelaksana Harian Direktur Politeknik Negeri Ambon, Lory M. Parera, melepas 189 mahasiswa yang akan mengikuti magang di sejumlah Industri, Sabtu (19/9/2026) di kampus Politeknik Negeri Ambon (Polnam). Dalam sambutannya, Perera menyampaikan bahwa magang bukan hanya salah satu kegiatan yang wajib dilakukan bagi mahasiswa dari sebagai syarat kelulusan. Tetapi tujuan magang yang terutama adalah agar mahasiswa merasakan proses menerapkan keilmuan atau kompetensi yang didapat selama menjalani masa pendidikan di dunia kerja secara langsung. “Kepada seluruh peserta magang kali ini, saya berpesan agar tunjukan kemampuan ilmiah kalian yang didapat selama menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Ambon dan jaga nama baik Politeknik Negeri Ambon di tempat magang masing-masing”, ujar Parera. Baginya, mahasiswa harus memanfaatkan magang ini dengan sebaik-baiknya, dan harus mematuhi SOP Perusahaan sebaik-baiknya dan juga harus menunjukan sikap yang baik selama pelaksanaan magang. “Kalian harus tunjukan eksistensi selaku mahasiswa Politeknik Negeri Ambon, yang bukan hanya mengejar nilai magang yang baik, tetapi juga tunjukan bahwa kalian memiliki kompetensi di bidang masing-masing”, tandasnya. Mahasiswa magang yang dilepas hari ini yakni dari Program Studi Teknik Listrik sebanyak 49 orang, Prodi Teknolgi Rekayasa Sistem Kelistrikan Migas (TRSKM) sebanyak 46 org, Prodi Teknik Produksi Migas (TPM) sebanyak 52 org, dan Prodi Akuntansi Sektor Publik (ASP) sebanyak 42 org. (Humas)
Humas, Polnam – Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarkat (P3M) Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menyelenggarakan Seminar Substansi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dana PNBP tahun anggaran 2026 Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah di hotel Marina, Jumat (18/9/2026) terhadap 18 Peneliti dan 15 Pengabdi di lingkungan Politeknik Negeri Ambon. Pieter Frans selaku kepala P3M dalam sambutannya menyatkan bahwa seminar substansi ini merupakan seleksi tahap lanjut setelah tim P3M Polnam melakukan seleksi administrasi terhadap proposal yang diajukan tim Peneliti dan Tim Pengabdi Polnam. “Dalam kondisi dan waktu mendesak animo para peneliti dan pengabdi sangat banyak. Tetapi yang menjadi lebih lagi bahwa para doktor dan Profesor yang menjadi animo untuk menjadi review dalam lingkungan Polnam”, ujar Frans. Menurutnya, pemilihan lokasi Penelitian dan Pengabdian di Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah menjadi program P3M dan bukan menjadi keinginan peneliti dan pengabdi, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat. “Setiap tahun program penelitian dan Pengabdian khusus yang dilakukan oleh P3M mengindikasinya dengan istilah pemetaan survei ataupun pemetaan identifikasi terkait kebutuhan masyarakat pada wilayah menjadi sasaran penelitian yang dimaksud”, tuturnya. Ia lalu berpesan kepada para Peneliti dan Pengabdi bahwa Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga pendidikan vokasi ditantang apa yang akan diberikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan mereka. “Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat di Politeknik ini kami mencoba menyisipnya dua, yaitu teknologi dan pemberdayaannya. Intinya bukan persoalan luaran naskahnya tetapi apa produknya. Karena ini sudah menjadi tantangan bagi kami untuk menjawab kebutuhan di masyarakat”, tutupnya. Sementara itu Pelaksana Harian Direktur Polnam yang juga merupakan Wakil Direktur Bidang Akademik, Lory M. Parera dalam sambutannya memaparkan tahap ini adalah tahap yang akan menentukan apakah para peneliti dan pengabdi yang mengajukan proposalnya bisa masuk kepada tahap berikut. “Kegiatan ini benar memang adalah kegiatan tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan setiap tahunnya. Tetapi, hal yang paling penting adalah bagaimana hasil yang Bapak/Ibu capai nanti itu nantinya benar-benar bisa berdampak bagi masyarakat”, tegasnya. Baginya, Politeknik Negeri Ambon hadir sebagai satu institusi vokasi yang betul-betul memberikan dampak kepada masyarakat melalui strategi yang dilakukan oleh P3M. “Satu hal yang paling penting yang harus dipegang oleh para peneliti dan pengabdi, bahwa luaran penelitian dan pengabdian kita itu juga hal yang sangat penting, yakni berdampak pada masyarakat”, kata Parera. Ia berharap kepada para reviewer, agar dalam seleksi substansi ini betul-betul menunjukkan kapabilitas dan kemampuan untuk bagaimana melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan proposal yang diajukan oleh para peneliti dan pengabdi. “Penelitian dan pengabdian masyarakat ini bukan hanya menjadi hal yang biasa-biasa, tetapi kita harus memberikan perhatian serius yang luar biasa di Politeknik Negeri Ambon”, tandasnya. (Humas)
Humas, Polnam – Duta Besar Selandia Baru, H. E. Phillip Taula dan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI (EBTKE ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengunjungi Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Senin (14/9/2006). Pada kesempatan itu Dubes Selandia Baru dan Dirjen EBTKE ESDM meresmikan Peralatan Pelatihan Tenaga Surya dan Mikrohidro Polnam. Peralatan ini merupakan proyek kemitraan antara New Zealand–Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMates), Ditjen EBTKE Kemnterian ESDM, PT. PLN dengan Politeknik Negeri Ambon. Dubes Taula dalam sambutannya menyampaikan laboratorium ini jauh lebih dari sekadar fasilitas baru; ini adalah investasi pada sumber daya manusia—pada pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan masa depan energi terbarukan di Maluku. “Teknologi tenaga surya dan mikrohidro dapat memainkan peran penting, terutama bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan infrastruktur. Namun, teknologi saja tidaklah cukup; keberhasilan transisi energi bergantung pada sumber daya manusianya, dan menurut saya, institusi seperti Polnam berperan dalam pengembangan kapasitas manusia tersebut”, ujar Dubes. Ia mengatakan melalui pembelajaran praktik langsung, para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata dengan sistem tenaga surya dan mikrohidro. Mahasiswa dapat bereksperimen untuk menguji dan mengembangkan keterampilan yang akan membantu mempersiapkan mereka meniti karier di sektor energi terbarukan. “Polnam dapat berperan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan Maluku untuk masa depan. Kami berharap laboratorium ini akan menjadi tempat di mana pengetahuan membantu mengembangkan keterampilan praktis, gagasan, serta solusi; dan tempat di mana para mahasiswa yang berlatih di sini dapat tumbuh menjadi tenaga profesional terampil yang mampu mendapatkan pekerjaan serta turut mendorong masa depan energi bersih di Maluku”, harapnya. Sementara itu Dirjen EBTKE Kementerian ESDM RI menyampaikan pengembangan energi baru dan terbarukan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan untuk mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut juga menjadi bagian penting. Sehingga energi terbarukan bisa menjadi tulang punggung dari perekonomian masyarakat. “Kami berharap nanti dari Polnam bisa melahirkan tenaga-tenaga untuk mempunyai skill yang lebih untuk bisa memelihara bahkan mendirikan PLTS bahkan bisa mengoperasikannya”, harapnya. Baginya sesuai arahan dari Presiden dan Menteri ESDM saat ini harus segera memanfaatkan energi yang bersumber di lokal. Di provinsi bahwa Maluku mempunyai sumber yang besar untuk PLTS dan panas bumi. “Wilayah Indonesia Timur ini menjadi fokus bagi kita di Kementerian ESDM sesuai arahan Pak Menteri ESDM juga untuk menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan Panas Bumi”, tutur Dirjen. Di tempat yang sama, Plh. Direktur Polnam, Lory M. Parera, menyampaikan bahwa dalam kerja sama dengan NZMates, Polnam telah memperoleh berbagai manfaat nyata bagi penguatan institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pendidikan vokasi di bidang energi baru terbarukan. “Melalui dukungan NZMates, dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan POLNAM telah memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi di bidang energi baru terbarukan serta mengikuti pelatihan metodologi”, tutur Parera. Menurutnya, dalam program tersebut mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, mengumpulkan data, serta memahami secara langsung kebutuhan dan tantangan penyediaan energi di wilayah kepulauan. Bagi Polnam, dukungan ini bukan hanya berupa peralatan atau fasilitas fisik. Solar Lab dan perangkat mikrohidro merupakan investasi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia. Fasilitas tersebut telah memperkuat pembelajaran praktik, mendukung penelitian terapan, serta meningkatkan kompetensi mahasiswa, dosen, dan Pranata Laboratorium Pendidikan”, tandas Parera. (Humas)
Humas, Polnam – Sebanyak 40 orang Pejabat di Lingkungan Politeknik Negeri Ambon (Polnam) dilantik oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph. D, di kampus Polnam, Selasa (8/9/2026). Pejabat yang dilantik secara daring itu meliputi Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Unit Penunjang Akademik, Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal. Sesjen Kemdiktisaintek dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji hari ini bukan sekedar proses administratif, tetapi di dalamnya terdapat amanah kepercayaan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja yang nyata bagi institusi negara dan masyarakat. “Perubahan teknologi yang sangat cepat termasuk perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah cara kita bekerja, belajar dan merumuskan kebijakan. Pada saat yang sama Indonesia tengah menyongsong puncak bonus demografi, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya besar secara jumlah tapi juga kompeten terhadap teknologi terintegrasi dan berkarakter”, ujar Sesjen. Karena itu, menurutnya, pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja termasuk melalui penguatan pendidikan vokasional yang terhubung erat dengan dunia usaha dan industri serta mendorong inovasi terapan. “Amanah yang saudara terima hari ini bukan sekedar menjalankan jabatan dan fungsi tetapi turut memastikan agar agenda transformasi pendidikan tinggi diwujudkan melalui kerja nyata dan tata kelola yang baik, penguatan talenta serta inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat”, tegasnya. Ia menitip pesan bahwa para pejabat yang dilantik memegang peran penting dalam memastikan roda operasional penjaminan mutu pelayanan akademik dan fungsi kelembagaan berjalan dengan baik. Karena itu harus dalam menjalani amanah ini harus dengan profesionalisme, integritas dan penuh ketelitian. “Ingatlah bahwa jabatan memiliki batas waktu, tetapi gunakan amanah ini untuk menghadirkan perubahan yang nyata, menjaga kepercayaan yang diberikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat”, tandasnya. Para Pejabat yang dilantik dengan keputusan Direktur Politeknik Negeri Ambon nomor 243h/PL13/KL/2026, 243i/PL13/KL/2026, 243j/PL13/KL/2026, 243k/PL13/KL/2026, 243l/PL13/KL/2026, 243m/PL13/KL/2026, 243n/PL13/KL/2026, antara lain: 1. Vector Reinhard Redolf Hutubessy, S.T., M.Eng. sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil2. Leslie Sovie Loppies, S.T., M.Si. sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin3. Halomoan Marthin Muskita, S.T., SST., M.T. sebagai Ketua Jurusan Teknik Elektro4. Dr. Zany Irayati Aunalal, S.E., M.Sc. sebagai Ketua Jurusan Administrasi Niaga5. Daniel Yohannis Titapasanea, S.E., M.Sc. sebagai Ketua Jurusan Akuntansi6. Mouren Wuarlela, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Sipil7. Josef Matheus, SST., M.T. sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Mesin8. Dr.Sri Widyanti Ginting, S.Kom., M.Cs. sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Elektro9. Join Rachel Luturmas, S.E., M.Sc. sebagai Sekretaris Jurusan Administrasi Niaga10. Dr. Zulkarim Salampessy, S.E., MSA., Ak. sebagai Sekretaris Jurusan Akuntansi11. Dr. Paulus Fredy Picauly, S.T., M.Eng. sebagai Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Sipil12. Cley Talakua, S.T., M.Si. sebagai Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Mesin13. Arnold James Kastanja, S.T., M.T. sebagai Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Elektro14. Poserattu Valence Alfonso, S.E., M.Si. sebagai Kepala Laboratorium Jurusan Administrasi Niaga15. Semy Pesireron, S.E., M.Si., Akt., CGAA. sebagai Kepala Laboratorium Jurusan Akuntansi16. Abraham Tuanakotta, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Diploma III Teknik Sipil17. Septo Christoffel Tuasuun, S.T., M.Eng. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan18. Henriette Dorothy Titaley, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Proyek Konstruksi19 .Graciadiana Irena Huka, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Diploma III Teknik Mesin20. Eka Rahmat Mahayani Anthonio Putera Lilipaly, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Produksi Minyak dan Gas21. Edison Effendy, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Sistem Mekanikal Minyak dan Gas22. Rina Latuconsina, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Diploma III Teknik Elektro23. Melda Dahoklory, S.Kom., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Informatika24. Marselin Jamlaay, S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Sistem Kelistrikan Minyak dan Gas25. Ari Permana L., S.T., M.T. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan26. Caryl Alyona, S.Kom., MM.SI. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer27. Kalsum Lussy, S.E, M.M. sebagai Koordinator Program Studi Diploma III Administrasi Bisnis28. Dr. Saul Ronald Jacob Saleky, S.E., M.Si. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis29. August Johannes Ricolat Ufie, S.Pi., M.Sc. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata30. Satiah Latuconsina, S.E., M.Ak. sebagai Koordinator Program Studi Diploma III Akuntansi31. Jacomina Vonny Litamahuputty, S.E., M.M. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik32. Mis Fertyno Situmeang, S.E., M.Si., Akt. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan33. Jessy Juniu Hahury, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Perpustakaan34. Dr. Sylvia Irene Persulessy, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Bahasa35. Syukri Gazali Suatkab, S.Kom., M.Kom. sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi36. Johanis Tupalessy, SST., M.T. sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Perawatan dan Perbaikan37. Berthy Pelasula, S.T., M.T. sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Layanan Uji Kompetensi38. Frangky Jansen Louth, S.E., M.Si. sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan39. Meidylisa Patty, S.E., M.Si. sebagai Ketua Satuan Pengawas Internal40. Trudy Maryona Nussy, S.E., MSA. sebagai Sekretaris Satuan Pengawas Internal (Humas)
Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menyelenggarakan Open Recruitment Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kepada mahasiswa baru angkatan 2026, Senin (31/8/2026) di gedung utama Polnam. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dwi Hariyanti, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan mahasiswa Polnam harus menjadi mahasiswa yang kompeten, berkarakter, adaptif, kreatif, inovatif dan siap menghadapi perubahan. “Mahasiswa bukan objek perubahan, melainkan merupakan co-creator perubahan. Artinya bukan hanya penerima layanan pendidikan, tetapi juga bagian penting dari proses membangun dan mengembangkan kampus”, ujar Wadir 3. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai ruang yang tersedia di kampus berupa organisasi kemahasiswaan, kegiatan kreativitas dan penalaran, olahraga, seni, kewirausahaan, program pengembangan karakter, kerjasama dengan dunia industri, hingga berbagai kegiatan nasional dan internasional. “Jangan hanya menjadi mahasiswa yang cuma hadir di kelas. Jadilah mahasiswa yang hadir dalam perubahan. Sebab kalian adalah generasi yang akan menentukan wajah Politeknik Negeri Ambon di masa Depan”, tegasnya. Ia pun menghimbau agar selalu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Baginya, boleh berbeda latar belakang, daerah, karakter dan pilihan kegiatan, tetapi harus tetap menjaga sebagai satu keluarga Polnam. Sementara itu Ketua Panitia pelaksana, Saul Saleky, menyampaikan Kegiatan Open Recruitment diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Akademik 2026/2027 guna mengimplementasikan Peraturan Direktur Politeknik Negeri Ambon Nomor 2/PL13/KL.P/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). “Politeknik Negeri Ambon memiliki 11 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan soft skills mahasiswa di luar perkuliahan”, ujarnya. Menurutnya, kegiatan tahun ini mengusung tema: “Temukan Passionmu, Kembangkan Potensimu.” Yang bertujuan Memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenali dan mendaftar ke UKM yang tersedia.; Memberikan ruang promosi maksimal bagi UKM melalui sistem stan dan panggung utama; Menciptakan proses rekrutmen yang transparan, cepat, dan menyenangkan bagi mahasiswa baru. “Semoga melalui kegiatan ini, mahasiswa baru Polnam dapat menemukan wadah yang tepat untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri, serta bersama-sama mewujudkan mahasiswa Polnam yang unggul”, tandasnya. (Humas)
Sebanyak 695 Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ambon (Polnam) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 di kampus Polnam, 26-28 Agustus 2026 dengan tema Tangguh Berintegritas, Cakap Digital, Berdampak bagi Negeri. Wakil Direktur Bidang Akademik selaku Plh. Direktur Polnam saat membuka PKKMB mengatakan memilih pendidikan vokasi seperti Politeknik adalah sebuah pilihan yang sangat tepat untuk menjawab kebutuhan zaman.pkerena Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga tentang keterampilan, kompetensi, pengalaman praktik, kreativitas, inovasi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja serta dunia usaha dan industri. “Karena itu, jangan pernah memandang pendidikan vokasi sebagai pilihan kedua. Justru di tengah perubahan teknologi dan tuntutan dunia kerja yang semakin cepat, bangsa ini membutuhkan lulusan vokasi yang terampil, adaptif, kreatif, dan mampu memecahkan persoalan nyata di masyarakat”, ujarnya. Menurutnya, tema PKKMB kali ini mengandung pesan yang sangat kuat. Baginya tema ini membuat mahasiswa Polnam nanti menjadi lulusan yang ketika kembali ke tengah masyarakat mampu menjawab persoalan nyata, menciptakan solusi, membuka peluang, dan ikut membangun daerah. “Kepulauan Maluku memiliki potensi luar biasa. Laut, perikanan, pertanian, pariwisata, energi terbarukan, ekonomi kreatif, serta berbagai sumber daya lainnya menunggu sentuhan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan”, katanya. Baginya, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya melalui pembangunan infrastruktur dan teknologi. Indonesia Emas membutuhkan manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, kompeten, adaptif, dan memiliki integritas. “Oleh karena itu, saya berpesan kepada kalian: jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus, mengikuti kuliah, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, lalu mendapatkan ijazah. Jadilah mahasiswa yang aktif belajar, aktif berkarya, aktif berorganisasi, aktif berinovasi, dan aktif memberikan manfaat”, tandasnya. Sementara itu Ketua Panitia PKKMB Polnam tahun 2026, Sanny Aunalal, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan sebagai ruang transisi dari kehidupan siswa menuju kehidupan mahasiswa yang lebih dewasa, mandiri, bertanggung jawab, dan siap beradaptasi dengan budaya akademik. “PKKMB Politeknik Negeri Ambon dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu, 26 Agustus sampai dengan Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan institusi dipusatkan pada Gedung Utama, sedangkan sesi pengenalan profil jurusan dan penataan kampus dilaksanakan di jurusan masing-masing. Peserta kegiatan berjumlah 695 mahasiswa baru yang berasal dari 17 program studi di lingkungan Politeknik Negeri Ambon”, ujarnya. Menurutnya kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia PKKMB Politeknik Negeri Ambon Tahun 2026 dengan melibatkan unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Pada pelaksanaan PKKMB, panitia juga didukung secara aktif oleh BEM, HMJ, UKM PMI, UKM Komfisme, dan UKM Menwa. Kegiatan ini turut didukung oleh para narasumber dari unsur internal dan eksternal serta para mitra. Ia berharap berharap mahasiswa baru tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab. “Kami berharap PKKMB ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi sungguh-sungguh menjadi titik awal terbentuknya mahasiswa Politeknik Negeri Ambon yang berintegritas, disiplin, tangguh, adaptif, kreatif, dan mampu menjadi penyelesai masalah”, harapnya. (Humas)
Humas, Polnam – Suasana meriah nampak dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Politeknik Negeri Ambon, Senin (17/8/2026) dengan digelarnya sejumlah mata lomba. Wakil Direktur Bidang Akademik selaku Plh. Direktur, Lory Parera, dalam sambutannya menyampaikan Politeknik Negeri Ambon menyelenggarakan kegiatan lomba sebagai bentuk rasa syukur, semangat nasionalisme, serta mempererat kebersamaan seluruh civitas akademika. “Saya berharap kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dapat menumbuhkan nilai sportifitas, kekompakan, kreativitas, dan semangat kemerdekaan di lingkungan Politeknik Negeri Ambon”, ujar Plh. Direktur. Selain itu, Plh. Direktur Politeknik Negeri Ambon juga mengajak seluruh peserta dan civitas akademika untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kepedulian antar sesama. “Semangat kemerdekaan hendaknya terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat”, katanya. Ia berharap agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kegembiraan, serta memberikan pengalaman positif bagi seluruh pihak yang terlibat. Sehingga melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polnam terus menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pahlawan, serta bersama-sama membangun bangsa melalui karya dan prestasi terbaik. “Dengan semangat kemerdekaan, mari kita terus melangkah bersama untuk mewujudkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara”, tandasnya. (Humas)
Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Senin (17/8/2026) di kampus Polnam. Wakil Direktur Bidang Akademik selaku Plh. Direktur Polnam, Lory Parera, yang bertindak sebagai inspektur upacara saat membaca sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI menyampaikan perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan memberikan gelar. Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsanya, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia. “Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi. Dari laboratorium-laboratorium perguruan tinggi harus tumbuh teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan artifisial, material maju, serta berbagai deep technology yang akan menentukan masa depan bangsa”, ujarnya. Menurutnya, Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi. Dari laboratorium-laboratorium perguruan tinggi harus tumbuh teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan artifisial, material maju, serta berbagai deep technology yang akan menentukan masa depan bangsa. “Kita harus mampu mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah. Kita harus membangun industri nasional yang kuat. Kita harus menguasai sains dan teknologi. Dalam perjuangan inilah perguruan tinggi harus menjadi tulang punggung kebangkitan Indonesia”, tegasnya. Ia juga mengatakan Riset tidak boleh berhenti sebagai laporan atau publikasi. Riset harus bergerak menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi yang digunakan masyarakat. Dari kampus harus lahir perusahaan rintisan berbasis teknologi. “Sejarah menunjukkan bahwa negara maju selalu ditopang oleh penguasaan sains, teknologi, dan industri. Karena itu, kebangkitan industri Indonesia harus dimulai dan diperkuat dari perguruan tinggi”, tandasnya. Plh. Direktur juga menyematkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 31 orang ASN atas pengabdiannya bagi negara. Penganugerahan itu kepada 8 orang untuk pengabdian 30 tahun, 2 orang untuk pengabdian 20 tahun dan 1 orang dengan pengabdian 10 tahun. (Humas)
Sebanyak kurang lebih 15 Industri memeriahkan Polnam Job Fair 2026, Sabtu (15/8/2026) di kampus Politeknik Negeri Ambon. Job fair adalah pameran atau acara pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan atau perekrut di satu tempat. Wakil Direktur bidang Akademik sebagai Plh. Direktur Politeknik Negeri Ambon, Lory M. Parera, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Job Fair ini merupakan salah satu bentuk komitmen Politeknik Negeri Ambon dalam mempersiapkan lulusan agar mampu memasuki dunia kerja secara profesional. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengenal kebutuhan dunia industri, membangun jejaring. mengembangkan kepercayaan diri, serta memahami pentingnya kompetensi, integritas, etika, dan sikap profesional dalam membangun karier”, ujarnya. Ia berharap Job Fair dapat memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan dunia industri sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan alumni untuk berkarier dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. “Dunia kerja membutuhkan bukan hanya lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga pribadi yang disiplin, adaptif, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki kemauan untuk terus belajar”, tegasnya. Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dwi Hariyanti, menyampaikan melalui Job Fair ini, Polnam juga berharap dapat memperoleh masukan dari dunia industri mengenai kompetensi yang saat ini dibutuhkan. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Politeknik Negeri Ambon dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Bagi Politeknik Negeri Ambon, dunia industri merupakan mitra strategis. Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri tidak boleh berhenti pada kegiatan rekrutmen tenaga kerja saja, tetapi harus dikembangkan dalam berbagai bentuk kolaborasi, seperti penyelarasan kurikulum, magang mahasiswa, sertifikasi kompetensi, kuliah praktisi, penelitian terapan, pengembangan inovasi, hingga pengembangan sumber daya manusia”, katanya. Baginya, Job Fair ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan lulusan dan calon lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri. “Saya berharap Job Fair Politeknik Negeri Ambon Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kampus, dunia usaha, dunia industri, pemerintah, alumni, dan masyarakat”, tandasnya. Polnam Job Fair 2026 dimeriahkan oleh 15 Industri yang ada di kota Ambon, serta diikuti oleh kurang leboh 352 orang pencari kerja. (Humas)
Highlight
Polnam Selenggarakan Open Recruitment UKM
695 Mahasiswa Baru Polnam Mengikuti PKKMB
Mahasiswa Polnam Ukir Prestasi Di Kota Medan
Berita Populer
-
19 May 2025Polnam Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Mandiri: Ada 2 Prodi Baru
-
31 Dec 2024Polnam Siap Kembangkan Kawasan Gugus Pulau Di Maluku
-
10 May 2025Polnam Bekerja Sama Dengan PT. Bank BNI Terkait Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dan Pelayanan Jasa Keuangan
-
26 May 2026PT Pertamina Patra Niaga Sosialisasi Talent Candidate 2026 Di Polnam
-
07 Jan 2025Polnam Gelar Coffee Morning Mengawali Tahun 2025