Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Senin (4/5/2026) di kampus Polnam. Perayaan ini dibawah sorotan tema secara nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, saat membaca Pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi menyatakan bahwa Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan.
“Amanat konstitusi menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan, bukanlah pilihan melainkan kewajiban kebangsaan,” tutur Direktur.

Lebih lanjut ia sampaikan, visi kemditisaintek yakni “Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045”. Dan proses transformasi itu bertumpu pada tiga hal, yaitu Pertama, perluasan akses secara inklusif. Kedua, kolaborasi yang melahirkan solusi. Ketiga, riset yang berdampak nyata.
“Transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia katakan juga bahwa kerja besar tidak diukur dari banyaknya program, tetapi dari dampak yang dirasakan rakyat. Tidak diukur dari tebalnya laporan, tetapi dari perubahan yang nyata. Tidak diukur dari apa yang kita janjikan, tetapi dari apa yang kita wujudkan.
“Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita teguhkan satu keyakinan: bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa. Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua. Karena dari ruang-ruang belajar hari ini, kita sedang menentukan arah masa depan Indonesia,” tandasnya.
Dalam perayaan itu pula diserahkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI kepada sejumlah Dosen dan Pegawai Polnam atas dedikasi selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun.
(Humas)