PPSDM Migas Cepu Sosialisasi Pelatihan dan Sertifikasi di Polnam

Humas, Polnam – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu melaksanakan sosialisasi Pelatihan dan Sertifikasi terkait industri Migas di Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Kamis (24/9/2026) kepada sejumlah Dosen dan Pimpinan Polnam.

Dalam pemaparannya, Subkoordinator Kerja Sama PPSDM Migas, Natalia Maharani, menjelaskan bahwa ada sekitar 100 lebih ruang lingkup skema sertifikasi Migas yang sudah bisa dijalankan oleh PPSDM Migas Cepu.

“Kegiatan sertifikasi kompetensi Migas kerja telah mengikuti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) wajib di industri migas, dengan ruang lingkup mencakup bidang hulu, bidang hilir, bidang penunjang, dan juga ada beberapa ruang lingkup yang dilakukan wajib oleh pemerintah”, ujarnya.

Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi mengacu pada kebutuhan industri migas yang dapat diikuti oleh mereka yang ingin fokus atau ingin terjun untuk bekerja di dunia migas.

“Beberapa ruang lingkup ini nantinya akan coba kami tawarkan untuk dapat bisa dilaksanakan di Ambon, khususnya di Polnam. Tentunya ini bisa meningkatkan kompetensi dari lulusan-lulusan Politeknik Negeri Ambon”, katanya.

Baginya, mahasiswa yang nantinya setelah program ini akan mendapatkan yang pertama adalah sertifikat pelatihan. Yang kedua adalah mereka juga bisa mendapatkan sertifikat kompetensi kerja jika lulus.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa, menyampaikan harapannya bahwa misi ini harusnya tetap jalan untuk dua jurusan elektro dan mesin.

“Target kita Polnam ini akan ke depan nanti akan menjadi hub bagi proses sertifikasi di Indonesia Timur. Dan itu menjadi harapan Gubernur Maluku bahwa Polnam harus bisa menjadi hub bagi proses sertifikasi kompetensi di Indonesia Timur terutama di provinsi Maluku”, tutur Direktur.

Ia berkata, lulusan Polnam harus memiliki sertifikat kompetensi, selain ijazah, baik yang dikeluarkan dari LSP P1 LSP P3, BNSP, maupun LPJK, sehingga target lulusan Polnam itu benar-benar tidak hanya memiliki ijazah juga harus memiliki sertifikasi kompetensi.

“Saya kira kita tetap bangun kerja sama dengan semua pihak yang bisa membantu, terutama lulusan kita. Dan orientasi kita bukan hanya untuk lulusan kita saja, tapi bagi masyarakat yang membutuhkan proses sertifikasi kompetensi”, tandas Direktur.

(Humas)

Share the Post:

Related Posts