Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Senin (17/8/2026) di kampus Polnam.
Wakil Direktur Bidang Akademik selaku Plh. Direktur Polnam, Lory Parera, yang bertindak sebagai inspektur upacara saat membaca sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI menyampaikan perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan memberikan gelar. Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsanya, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia.

“Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi. Dari laboratorium-laboratorium perguruan tinggi harus tumbuh teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan artifisial, material maju, serta berbagai deep technology yang akan menentukan masa depan bangsa”, ujarnya.
Menurutnya, Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi. Dari laboratorium-laboratorium perguruan tinggi harus tumbuh teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan artifisial, material maju, serta berbagai deep technology yang akan menentukan masa depan bangsa.

“Kita harus mampu mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah. Kita harus membangun industri nasional yang kuat. Kita harus menguasai sains dan teknologi. Dalam perjuangan inilah perguruan tinggi harus menjadi tulang punggung kebangkitan Indonesia”, tegasnya.
Ia juga mengatakan Riset tidak boleh berhenti sebagai laporan atau publikasi. Riset harus bergerak menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi yang digunakan masyarakat. Dari kampus harus lahir perusahaan rintisan berbasis teknologi.

“Sejarah menunjukkan bahwa negara maju selalu ditopang oleh penguasaan sains, teknologi, dan industri. Karena itu, kebangkitan industri Indonesia harus dimulai dan diperkuat dari perguruan tinggi”, tandasnya.

Plh. Direktur juga menyematkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 31 orang ASN atas pengabdiannya bagi negara. Penganugerahan itu kepada 8 orang untuk pengabdian 30 tahun, 2 orang untuk pengabdian 20 tahun dan 1 orang dengan pengabdian 10 tahun.
(Humas)

