Polnam Gelar Sosialisasi, Evaluasi dan Akselerasi Pencapaian Target IKU Tahun 2026

Humas, Polnam – Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan tolak ukur kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu perguruan tinggi dalam mencapai tujuan dan sasaran strategisnya. Dalam kaitan itu, Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menggelar Sosialisasi, Evaluasi dan Akselerasi Pencapaian Target IKU Tahun 2026, Sabtu (3/10/2026) di Hotel Kamari Ambon.

Direktur Polnam, Marceau A. F. Haurissa dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini harus menjadi ruang evaluasi terhadap posisi kinerja Polnam pada saat ini, sekaligus ruang untuk menentukan langkah konkrit Polnam ke depan. Ia melanjutkan, apa yang sudah Polnam capai, apa yang masih tertinggal, mengapa target belum tercapai dan apa yang harus Polnam lakukan bersama untuk mempercepat pencapaian target Polnam.

“IKU tidak boleh kita pahami hanya sebagai angka yang harus dilaporkan di setiap tahun. IKU harus menjadi bagian dari cara kita merencanakan program kedepan, menjalankan kegiatan, menggunakan sumber daya yang ada dan mengukur hasil kinerja institusi”, ujarnya.

Bagi Direktur, setiap jurusan, prodi, pusat, UPA, laboratorium dan unit-unit pendukung mempunyai kontribusi terhadap kinerja Polnam. Oleh karena itu, setiap unit kerja dapat melihat kembali program dan kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun 2026, identifikasi indikator yang masih memiliki kesenjangan terhadap target, kemudian tentukan langkah percepatan.

Ia berkata, pada saat yang sama, rencana kegiatan 2027 juga harus disusun berdasarkan target kinerja yang ingin dicapai. Dengan demikian prinsip harus jelas. Jangan lagi menyusun kegiatan terlebih dahulu kemudian mencari IKU mana yang cocok, kemudian coba cocok-cocokan dengan kegiatan-kegiatan yang dibuat.

“Kita harus mulai dari target IKU kemudian menentukan program dan kegiatan yang benar-benar mampu mendorong pencapaiannya. Tentu dalam cara berpikir ini, IKU tidak berdiri sendiri. Ada renstra, ada sasaran akreditasi. Inilah perubahan cara kerja yang saya harapkan kedepan untuk Politeknik Negeri Ambon”, tuturnya.

Menurut Direktur, sebagai perguruan tinggi vokasi, ukuran keberhasilan Polnam bukan hanya banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Yang jauh lebih penting adalah dampak terhadap mutu pembelajaran, kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa, kualitas lulusan, kemitraan dengan dunia industri dan dunia usaha, kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat serta kontribusi Polnam terhadap pembangunan Maluku dan Indonesia.

“Kita perlu membangun budaya kerja yang semakin terencana, terukur, kolaboratif dan akuntabel. Yang kita bangun bukan sekadar budaya mengejar angka IKU, tetapi budaya kinerja. Target institusi harus diterjemahkan menjadi target unit, target unit harus diterjemahkan menjadi program dan kegiatan, dan setiap kegiatan harus menunjukkan kontribusinya terhadap hasil yang ingin dicapai”, tandasnya.

Hadir sebagai narasumber adalah Muhammad Anthony Fauzi, Analis Anggaran Ahli Muda/Ketua Tim Akuntabilitas Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi RI. Sedangkan sebagai pesertanya adalah seluruh Pimpinan Polnam, pimpinan Jurusan, seluruh Kaprodi, Kalab, Kepala Pusat, Ketua SPI, seluruh Ketua UPA, Ketua Tim Humas, Koordinator Kerjasama, Kabag, Kasubag, Ketua SPI dan Ketua Tim Renstra Polnam.

(Humas)

Share the Post:

Related Posts

Join Our Newsletter

Scroll to Top