Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) sebagai lembaga pendidikan Vokasi di Maluku terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) vokasi di Maluku. Kali ini bersama dengan Inpex Masela meningkatkan SDM Vokasi melalui Training of Trainers (TOT) Pengelasan dan Non-Destructive Testing (NDT) berstandar industri Migas, Kamis- Sabtu (11-13 Juni 2026) di kampus Polnam.
Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bagi Politeknik Negeri Ambon, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Ini adalah bagian dari langkah besar untuk menyiapkan sumber daya manusia vokasi Maluku agar mampu masuk, bersaing, dan berkontribusi dalam ekosistem industri migas, terutama dalam mendukung kebutuhan pengembangan Blok Masela.

“Kita semua memahami bahwa Blok Masela bukan hanya proyek energi nasional, tetapi juga peluang besar bagi Maluku untuk menyiapkan anak-anak daerah menjadi tenaga kerja terampil, tersertifikasi, dan berstandar industri,” ujar Direktur.
Bagi Direktur, kunjungan, kuliah umum, workshop, dan kini berlanjut dengan ToT Pengelasan dan NDT yang diselenggarakan oleh Inpex Masela di Polnam, menunjukkan bahwa Polnam mulai dipandang sebagai salah satu simpul penting dalam penyiapan tenaga vokasi lokal Maluku.
“Ke depan Polnam harus menjadi hub pengembangan SDM vokasi Maluku untuk kebutuhan Blok Masela dan industri energi di kawasan timur Indonesia. Polnam tidak boleh hanya menjadi penonton dari geliat pembangunan industri migas di tanah Maluku. Polnam harus hadir sebagai pusat pelatihan, pusat sertifikasi, pusat peningkatan kompetensi, dan pusat kolaborasi antara kampus, industri, BLK, SMK, pemerintah daerah, serta masyarakat,” harap Direktur.
Kepada para peserta, Direktur tegaskan bahwa mereka bukan hanya sedang mengikuti pelatihan, tetapi sedang dipersiapkan menjadi tenaga latih. Artinya, setelah kegiatan ini, kompetensi yang diperoleh tidak boleh berhenti pada diri sendiri.

Ia berharap berharap kegiatan ini menjadi jembatan antara Polnam, BLK, dan SMK Teknik di Maluku. Menurut Direktur, BLK memiliki peran penting dalam pelatihan tenaga kerja. SMK adalah pintu awal pembentukan keterampilan generasi muda. Polnam berada pada posisi strategis untuk mengintegrasikan pendidikan vokasi, pelatihan lanjutan, riset terapan, sertifikasi, dan kebutuhan industri. Jika semua ini terhubung, maka Maluku akan memiliki rantai penyiapan SDM yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi kebutuhan Blok Masela.
“Polnam siap berbenah. Polnam siap membuka diri. Polnam siap berkolaborasi. Karena bagi kami, keberhasilan Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan produksi energi, tetapi juga dari sejauh mana anak-anak Maluku diberi ruang, disiapkan, dilatih, disertifikasi, dan dilibatkan secara bermartabat dalam proses pembangunan tersebut”, tandasnya.
Sebagai peserta dari kegiatan ini adalah Dosen dan PLP di Polnam, Mahasiswa, Guru SMK dan dari BLK. Sedangkan narasumber seluruhnya berasal dari Inpex Masela.
(Humas)