Humas, Polnam – Groundbreaking Proyek Abadi Blok Masela, bagi Politeknik Negeri Ambon, tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fasilitas industri migas. Tetapi juga momentum untuk membangun manusia Maluku, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, memperkuat pelaku usaha daerah, dan menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Demikian pernyatan Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa, Jumat (17/7/2026) di Kampus Politeknik Negeri Ambon (Polnam).
Menurut Direktur, Polnam memiliki program studi yang dapat bekerja sebagai satu ekosistem, meliputi bidang teknik sipil dan konstruksi; teknik mesin dan sistem mekanikal migas; kelistrikan, teknologi komputer dan energi; administrasi bisnis; akuntansi, perpajakan sektor publik; serta pariwisata. Seluruh bidang tersebut mempunyai ruang kontribusi dalam rantai nilai industri migas.
Lanjutnya, Blok Masela akan membutuhkan tenaga kerja langsung pada bidang konstruksi, pengelasan, inspeksi, mekanikal, kelistrikan, instrumentasi, teknologi informasi, operasi, pemeliharaan, dan keselamatan kerja. Namun, di sekeliling pekerjaan teknis tersebut terdapat kebutuhan lain yang juga besar.
“Karena itu, kami melihat seluruh program studi Polnam mempunyai ruang kontribusi. Sebab Blok Masela bukan hanya membuka peluang untuk menjadi pekerja migas. Blok Masela membuka peluang lahirnya teknisi, supervisor, tenaga administrasi, tenaga keuangan, tenaga digital, pengusaha lokal, dan pemimpin industri dari Maluku”, tutur Direktur.
Menurut Direktur, Polnam tidak memulai dari nol. Komunikasi telah dibangun dengan INPEX dan secara bertahap, mengarahkannya dari kegiatan pengenalan industri menuju peningkatan kompetensi yang lebih konkret.
“Langkah berikutnya adalah memasukkan pengalaman tersebut ke dalam pembelajaran, memperkuat sertifikasi kompetensi, melibatkan praktisi industri, memperluas magang, meningkatkan kompetensi dosen dan PLP, serta menyesuaikan fasilitas laboratorium dan bengkel dengan kebutuhan industri”, ujar Direktur.
Baginya, Polnam berada pada posisi strategis untuk menghubungkan perguruan tinggi, SMK, BPTV, lembaga sertifikasi, pemerintah daerah, masyarakat, dan industri.
“Visi kami adalah menjadikan Polnam sebagai hub pengembangan SDM vokasi Maluku dan Indonesia Timur, khususnya untuk bidang energi, migas, kemaritiman, konstruksi, dan teknologi terapan”, tegas Direktur.
Ia menambahkan bahwa Blok Masela harus meninggalkan dua warisan besar bagi Maluku. Warisan pertama adalah infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Warisan kedua, dan yang paling penting, adalah sumber daya manusia Maluku yang kompeten, tersertifikasi, mandiri, dan mampu memimpin pembangunan di daerahnya sendiri.
“Polnam siap mengambil tanggung jawab tersebut. Kami akan menggerakkan seluruh program studi sebagai satu ekosistem pendidikan vokasi, memperkuat kolaborasi dengan INPEX dan mitra industri, serta memastikan bahwa pembangunan industri di Maluku benar-benar menghadirkan ruang bagi anak-anak Maluku untuk bekerja, berwirausaha, berinovasi, dan bertumbuh secara bermartabat. Karena bagi Polnam, Blok Masela bukan hanya proyek energi, tetapi proyek pembangunan manusia Maluku”, tandas Direktur.
(Humas)