Polnam dan Inpex Masela Tingkatkan Kompetensi SDM Vokasi Melalui TOT Pengelasan dan NDT

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) sebagai lembaga pendidikan Vokasi di Maluku terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) vokasi di Maluku. Kali ini bersama dengan Inpex Masela meningkatkan SDM Vokasi melalui Training of Trainers (TOT) Pengelasan dan Non-Destructive Testing (NDT) berstandar industri Migas, Kamis- Sabtu (11-13 Juni 2026) di kampus Polnam. Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bagi Politeknik Negeri Ambon, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Ini adalah bagian dari langkah besar untuk menyiapkan sumber daya manusia vokasi Maluku agar mampu masuk, bersaing, dan berkontribusi dalam ekosistem industri migas, terutama dalam mendukung kebutuhan pengembangan Blok Masela. “Kita semua memahami bahwa Blok Masela bukan hanya proyek energi nasional, tetapi juga peluang besar bagi Maluku untuk menyiapkan anak-anak daerah menjadi tenaga kerja terampil, tersertifikasi, dan berstandar industri,” ujar Direktur. Bagi Direktur, kunjungan, kuliah umum, workshop, dan kini berlanjut dengan ToT Pengelasan dan NDT yang diselenggarakan oleh Inpex Masela di Polnam, menunjukkan bahwa Polnam mulai dipandang sebagai salah satu simpul penting dalam penyiapan tenaga vokasi lokal Maluku. “Ke depan Polnam harus menjadi hub pengembangan SDM vokasi Maluku untuk kebutuhan Blok Masela dan industri energi di kawasan timur Indonesia. Polnam tidak boleh hanya menjadi penonton dari geliat pembangunan industri migas di tanah Maluku. Polnam harus hadir sebagai pusat pelatihan, pusat sertifikasi, pusat peningkatan kompetensi, dan pusat kolaborasi antara kampus, industri, BLK, SMK, pemerintah daerah, serta masyarakat,” harap Direktur. Kepada para peserta, Direktur tegaskan bahwa mereka bukan hanya sedang mengikuti pelatihan, tetapi sedang dipersiapkan menjadi tenaga latih. Artinya, setelah kegiatan ini, kompetensi yang diperoleh tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Ia berharap berharap kegiatan ini menjadi jembatan antara Polnam, BLK, dan SMK Teknik di Maluku. Menurut Direktur, BLK memiliki peran penting dalam pelatihan tenaga kerja. SMK adalah pintu awal pembentukan keterampilan generasi muda. Polnam berada pada posisi strategis untuk mengintegrasikan pendidikan vokasi, pelatihan lanjutan, riset terapan, sertifikasi, dan kebutuhan industri. Jika semua ini terhubung, maka Maluku akan memiliki rantai penyiapan SDM yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi kebutuhan Blok Masela. “Polnam siap berbenah. Polnam siap membuka diri. Polnam siap berkolaborasi. Karena bagi kami, keberhasilan Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan produksi energi, tetapi juga dari sejauh mana anak-anak Maluku diberi ruang, disiapkan, dilatih, disertifikasi, dan dilibatkan secara bermartabat dalam proses pembangunan tersebut”, tandasnya. Sebagai peserta dari kegiatan ini adalah Dosen dan PLP di Polnam, Mahasiswa, Guru SMK dan dari BLK. Sedangkan narasumber seluruhnya berasal dari Inpex Masela. (Humas)

Haurissa Dilantik Sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon

Humas, Polnam – Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng. resmi dilantik sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) masa jabatan 2026-2030 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Senin (8/6/2026) di Jakarta. Pada Kesempatan itu, Mendiktisaintek mengatakan pelantikan ini adalah sebuah peneguhan amanah untuk memimpin menggerakan perubahan, membangun kepercayaan dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Jabatan pada hakekatnya adalah sebuah tanggung jawab yang harus ditunaikan, bukan tentang posisi yang dicapai melainkan tentang dampak yang mampu dihadirkan,”, kata Mendiktisaintek. Ia melanjutkan hidup pada masa kini yang ditandai oleh perubahan yang berlangsung sangat cepat, kemajuan kecerdasan artificial, transformasi digital, perkembangan teknologi material energi, bioteknologi hingga perubahan landscape geopolitik global sedang membentuk tatanan dunia yang baru. “Oleh karena itu di tengah perubahan tersebut keunggulan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, kemampuan menghasilkan ilmu pengetahuan, kemampuan berinovasi, serta kemampuan membangun kolaborasi yang produktif”, ujarnya. Ia lalu berharap aga menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu menjaga tata kelola organisasi dengan baik, tetapi juga mampu membuat terobosan, membangun kolaborasi, mengembangkan talenta dan menghadirkan dampak yang nyata. Kepada Direktur Polnam yang baru, Menteri berpesan Politeknik memiliki posisi yang sangat penting dalam menyiapkan talenta yang siap berkarya dan siap menjawab kebutuhan pembangunan terlebih bagi kawasan Maluku yang memiliki potensi besar di bidang kemaritiman, perikanan, pariwisata, energi dan ekonomi yang berbasis sumber daya lokal. “Saya berharap Politeknik Negeri Ambon dapat terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri sehingga proses pendidikan benar-benar selaras dengan kebutuhan di lapangan. Kita ingin lulusan Politeknik tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, membangun inovasi lokal dan menjadi penggerak kemajuan daerah,” tandasnya. Dalam acara pelantikan tersebut juga diserahkan Memori Serah Terima dari Direktur Polnam masa jabatan 2018-2022 dan 2022-2026, Dady Mairuhu, kepada Direktur Polnam yang baru. (Humas)

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026: Jadikan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) turut serta memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026) di kampus Polnam. Bertindak selaku pembina upacara adalah Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu. Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI yang dibacakan Direktur menyebutkan bahwa Tema  Hari Lahir  Pancasila Tahun  2026 adalah   Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, merupakan sebuah pernyataan tegas bahwa nilai- nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan  bangsa Indonesia, namun  demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. “Pancasila  adalah   bintang  penuntun    yang  telah  membuktikan ketangguhannya. Pancasila adalah  jangkar moral  kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.”, tegasnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah  dan mufakat yang dianut adalah instrumen diplomasi yang sangat  dibutuhkan  dunia  saat  ini  untuk  menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. “Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan  kepemimpinan nyata. Kontribusi  pasukan perdamaian Indonesia  di bawah bendera  Perserikatan Bangsa  Bangsa  (PBB),  peran  kita  dalam  mediasi  konflik   regional,  serta konsistensi kita dalam menyuarakan  keadilan bagi bangsa-bangsa  terjajah adalah  pengejawantahan  dari  sila  kedua:  Kemanusiaan   yang   Adil  dan Beradab.   Kita  ingin  dunia   melihat   bahwa   perdamaian   bukan   sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia”, ujarnya. Ia lalu mengajak untuk menjadikan  Pancasila  sebagai  ideologi yang  hidup  (living ideology), dan tidak membiarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. “Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan  dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tandasnya. (Humas) 

Rayakan Iduladha, Direktur: Belajar Dari Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) merayakan hari raya Iduladha 1447 Hijriah dan penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/5/2026) di kampus Politeknik Negeri Ambon. Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, saat memberikan sambutan menyatakan Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan dan ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi mengandung makna spiritual yang sangat dalam tentang keikhlasan, pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian sosial. “Kita belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang arti iman dan ketaatan kepada Allah. Pengorbanan yang dilakukan bukan semata-mata tentang materi, tetapi tentang ketulusan hati untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan bagi sesama manusia”, kata Direktur. Ia mengajak seluruh civitas akademika Politeknik Negeri Ambon agar melalui ibadah kurban terus membangun semangat berbagi, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. “Nilai-nilai inilah yang sangat penting untuk terus kita tumbuhkan di lingkungan kampus, karena perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga tempat membangun karakter, kemanusiaan, dan solidaritas sosial”, lanjut Direktur. Ia berharap daging kurban yang dibagikan hari ini dapat menjadi berkat, membawa sukacita, dan mempererat hubungan kekeluargaan di antara Polnam dan masyarakat sekitar. “Momentum Iduladha juga mengingatkan kita untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian, kerja sama, dan pengorbanan dalam membangun Politeknik Negeri Ambon menjadi institusi pendidikan vokasi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat Maluku dan Indonesia. Mari kita jadikan nilai keikhlasan dan kebersamaan sebagai fondasi dalam bekerja, melayani, dan mendidik generasi muda bangsa”, tandasnya. Dalam perayaan ini Polnam melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih 1 ekor sapi. (Humas)

PT Pertamina Patra Niaga Sosialisasi Talent Candidate 2026 Di Polnam

Humas, Polnam – PT Pertamina Patra Niaga mengundang putra-putri bangsa untuk bergabung dalam program Talent Candidate Tahun 2026, sebuah inisiatif strategis dalam pengumpulan data kandidat yang akan menjadi referensi kebutuhan SDM di masa mendatang. Demikian disampaikan Muhammad Arya Pratama, Jr Officer HCBP & QM Performance dalam sosialisasi Talent Candidate PT Pertamina Patra Niaga di Kampus Politeknik Negeri Ambon, Selasa (26/5/2026) kepada sejumlah lulusan dan mahasiswa Polnam. Menurutnya persyaratan Talent Candidate dengan background pendidikan SLTA/Setara di PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Downstream) merupakan lulusan SMA dalam 4 tahun terakhir: 2026, 2025, 2024, atau 2023 dengan memiliki ijazah SMA atau setara, dengan jurusan: SMA IPA / MA IPA / SMK Teknik / SMTI / SMA Analis Kimia. “Diutamakan bagi Lulusan dari sekolah / Lahir / Berdomisili dalam satu provinsi dengan Area Operasi PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Downstream) yang siap bekerja di lapangan dengan sistem kerja regu bergilir (shift) yang membutuhkan ketangkasan serta kekuatan fisik dalam jangka panjang”, ujarnya terkait persyaratannya. Menurutnya pula, setiap Talent Candidate harus membuat Curiculum Vitae dengan ketentuan: “Seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya, komunikasi terkait rekrutmen PT Pertamina Patra Niaga akan disampaikan melalui email recruitment@pertamina.com”, tandasnya. (Humas)

Polnam Groundbreaking Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) melaksanakan Groundbreaking Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu, Selasa (26/5/2026) di kampus Polnam. Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu merupakan salah satu upaya strategis Politeknik Negeri Ambon dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi serta mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di Provinsi Maluku dan kawasan Indonesia Timur. Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, menyampaikan momentum ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol harapan, kemajuan, dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Ambon. Hal ini Melambangkan: Tekat, komitmen dan harapan bersama. “Gedung Kuliah Terpadu ini nantinya diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang representatif, modern, nyaman, dan mampu menunjangg proses pendidikan yang lebih berkualitas bagi mahasiswa serta sivitas akademika”, ujar Direktur. Ia menyatakan bahwa proses menuju tahap pembangunan ini tidaklah mudah. Berbagai persiapan telah dilakukan dengan penuh keseriusan oleh tim teknis, mulai dari perencanaan, pengkajian teknis, koordinasi administrasi, hingga penyiapan lokasi pembangunan. “Kami berharap pembangunan Gedung Kuliah Terpadu ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, memperkuat kapasitas pendidikan vokasi, serta menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional di masa depan”, harapnya. Sementara itu, ketua Tim Teknis, Victor Hutubessy menyampaikan bahwa dasar pembangunan ini adalah seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa, kebutuhan ruang pembelajaran yang representatif, serta tuntutan penyelenggaraan pendidikan berbasis teknologi dan industri, diperlukan sarana akademik yang modern, aman, nyaman, dan mampu mengakomodasi proses pembelajaran secara efektif. “Melalui pembangunan gedung ini, diharapkan kapasitas layanan akademik Politeknik Negeri Ambon dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu mendukung pencapaian visi institusi sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” katanya. Dalam laporannya ia menyampaikan bahwa Gedung Kuliah Terpadu (GKT) dibangun di atas lahan Politeknik Negeri Ambon, berupa Gedung 4 lantai dengan luas total sebesar 3.366,75 m2. Yang terdiri atas: 17 ruang kuliah, 10 laboratorium, 3 ruang koordinator Program Studi, 3 ruang kepala laboratorium, Conference room, ruang dosen, mushola, dan ruang pendukung lainnya. “Proyek GKT Polnam dibiayai melalui skema Hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2026. Ruang lingkup pembiayaan meliputi: konstruksi fisik, manajemen konstruksi, pengelolaan kegiatan, peralatan, dan mebelair. Alokasi pendanaan yang diberikan oleh SBSN adalah sebesar total Rp 74.938.564.000”, tandasnya (Humas)

Peringati Harkitnas 2026, Direktur: Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Rabu (20/5/2026) di kampus Polnam. Bertindak sebagai inspektur upacara Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu. Direktur ketika membaca sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI menyatakan secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. “Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah ” Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa”, kata Direktur. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, adalah waktu untuk meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Misi tersebut harus diwujudkan untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat. “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan’, tandasnya. (Humas)

Polnam Gelar Workshop Bersama Inpex dan Jotun Indonesia

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menyelenggarakan Workshop Surface Preperation, Painting and Protective Coating pada Industri Minyak dan Gas, Selasa – Rabu (19-20 Mei 2026) di Kampus Politeknik Negeri Ambon. Workshop ini diselenggarakan dalam kerjasama dengan Inpex Corporation dan PT. Jotun Indonesia, bagi mahasiswa dan dosen Polnam. George Engels dari Tim Inpex Masela menyampaikan Workshop ini merupakan kelanjutan dari kuliah umum sebelumnya tentang pengelasan dan korosi. “Workshop kali ini adalah tentang persiapan pekerjaan permukaan”, ujarnya. Menurut Engels, Workshop selama dua hari ini menghadirkan tim specialis corotion dari Inpex dan tim dari PT. Jotun Indonesia, sebagai bentuk persiapan bagi mahasiswa untuk mengetahui bagaimana persiapan pekerjaan permukaan. “Baik itu pengecatan pada mobil, kapal, sampai pada fasilitas produksi di blok Masela, penting untuk persiapan permukaan itu dengan baik supaya tidak korosi dan tahan lama”, kata Engels. Baginya, jalur ini bisa menjadi jalur karir profesional yang dipilih kelak jika ingin bekerja pada dunia industri, selain menjadi tenaga welder dan lain sebagainya. “Saya berharap selama dua hari ini kita semua fokus dengan materi yang akan diberikan”, tandasnya. Wakil Direktur Bidang Akademik, Noce Novi Tetelepta saat membuka kegiatan workshop ini menyampaikan rasa terima kasih kepada Inpex dan Jotun yang bersedia memberikan bekal bagi mahasiswa terkait Pengecatan. “Saya berharap setiap mahasiswa dan dosen yang mengikuti kegiatan ini bisa terus serius sehingga memiliki bekal yang cukup terkait pengecatan yang diaplikasikan pada dunia industri,” ujarnya. Menurut Dosen Teknik Mesin Polnam ini, pengecatan dalam dunia industri atau sering disebut industrial coating adalah proses pelapisan khusus pada material untuk mencegah korosi, melindungi dari suhu ekstrem atau bahan kimia, serta memperpanjang umur aset. “Berbeda dengan cat dekoratif, cat ini menuntut spesifikasi teknis tinggi sesuai standar operasional yang berlaku, karena itu akan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang mengikuti workshop ini”, tandasnya. Workshop ini akan berlangsung selama dua hari (19 dan 20 Mei 2026) berupa teori dan praktek di Auditorium dan bengkel Otomotif Polnam. (Humas)

Polnam Rayakan Hardiknas Tahun 2026

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Senin (4/5/2026) di kampus Polnam. Perayaan ini dibawah sorotan tema secara nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, saat membaca Pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi menyatakan bahwa Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan. “Amanat konstitusi menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan, bukanlah pilihan melainkan kewajiban kebangsaan,” tutur Direktur. Lebih lanjut ia sampaikan, visi kemditisaintek yakni “Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045”. Dan proses transformasi itu bertumpu pada tiga hal, yaitu Pertama, perluasan akses secara inklusif. Kedua, kolaborasi yang melahirkan solusi. Ketiga, riset yang berdampak nyata. “Transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia,” ujarnya. Ia katakan juga bahwa kerja besar tidak diukur dari banyaknya program, tetapi dari dampak yang dirasakan rakyat. Tidak diukur dari tebalnya laporan, tetapi dari perubahan yang nyata. Tidak diukur dari apa yang kita janjikan, tetapi dari apa yang kita wujudkan. “Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita teguhkan satu keyakinan: bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa. Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua. Karena dari ruang-ruang belajar hari ini, kita sedang menentukan arah masa depan Indonesia,” tandasnya. Dalam perayaan itu pula diserahkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI kepada sejumlah Dosen dan Pegawai Polnam atas dedikasi selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. (Humas)

Polnam Mewisudakan 169 Lulusan

Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) mewisudakan 169 orang lulusan dalam acara Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Akademik Politeknik Negeri Ambon dalam rangka Wisuda XXI Program Diploma dan Sarjana Terapan, Kamis (30/4/2026) di Kampus Polnam. Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, menyampaikan hari ini adalah hari yang sangat bermakna. Bagi para wisudawan, ini adalah puncak dari perjuangan, kerja keras, doa, dan pengorbanan selama menempuh pendidikan. “Secara pribadi, hari ini juga memiliki arti yang sangat mendalam bagi saya, karena wisuda ini merupakan wisuda terakhir saya sebagai Direktur setelah mengemban amanah memimpin kampus ini selama delapan tahun”, ungkap Direktur. Baginya, delapan tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam perjalanan itu, Polnam bersama-sama menghadapi berbagai tantangan: sarana prasarana yg harus terus dibenahi walaupun terbatas, perubahan kebijakan nasional, dinamika dunia pendidikan, bahkan masa sulit pandemi. “Namun demikian, kita telah menyaksikan peningkatan kualitas akademik dengan bertambahnya beberapa prodi dan fasilitas, pembangunan fasilitas kampus, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri dan perguruan tinggi luar negeri (Eropa dan Asia), peningkatan kompetensi dosen/tenaga kependidikan, serta semakin luasnya kepercayaan masyarakat kepada kampus ini. Semua capaian itu bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika Polnam”, ujar Direktur. Menurutnya dunia terus berubah, teknologi terus berkembang, dan persaingan semakin ketat. Sehingga jadilah lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, jujur, disiplin, serta mampu bekerja dan melayani masyarakat. “Saya percaya, Politeknik Negeri Ambon akan terus maju, berkembang, dan melahirkan generasi unggul di bawah kepemimpinan yang baru Bapak Marceau Haurissa”, tandas Direktur. Hadir dalam wisuda XXI ini Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath dan Forkopimda Maluku serta Marsekal Pertama TNI Dr. Anton Pallaguna, S.E., M.M., M.Han., M.M.O.AS., CHRA, CSBA Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) yang menyampaikan Orasi ilmiah. (Humas)