Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) dalam upaya menerapkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagai salah satu instrumen penting dalam memastikan tata kelola yang baik di lingkungan Polnam, menyelenggarakan Workshop Penyusunan Peta Risiko oleh Tiap Unit Kerja, pada Kamis (27/11/2025) di meeting room Marina Hotel.

“Melalui SPIP, setiap unit kerja didorong untuk mampu mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan, serta merencanakan tindakan pengendalian yang tepat untuk meminimalkan dampaknya. Dengan demikian, manajemen risiko menjadi bagian integral dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan di setiap level organisasi,” ujar Meydilisa Patty, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Polnam.

Patty menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada pimpinan dan staf unit dalam menyusun peta risiko yang sesuai dengan konteks operasional masing-masing unit.

Harapannya, Penyusunan Peta Risiko ini, mampu memperkuat Polnam dalam penerapan SPIP secara menyeluruh dan menciptakan budaya sadar risiko di setiap unit kerja.

“Peta risiko yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perencanaan kegiatan, serta pengendalian internal yang efektif menuju tata kelola perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing global,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peta Risiko merupakan kebutuhan yang prinsip bagi Polnam.

“Penerapan Peta Risiko ini didasari atas kesadaran bahwa Peta Risiko merupakan elemen penting dalam organisasi modern yang berfungsi untuk mengenali berbagai macam risiko yang akan dihadapi oleh Polnam dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik,” kata Direktur.

Menurut Direktur, setiap pekerjaan memiliki resiko tersendiri. Oleh karena itu, jangan sampai resiko-resiko tersebut diabaikan, yang bisa berakibat fatal dalam penyenggaraan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, salah satu misi Politeknik Negeri Ambon adalah “Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan yang didasarkan pada prinsip tata pamong dan tata kelola yang baik.

“Untuk mewujudkan tata kelola yang baik (good governance), diperlukan sistem pengendalian intern yang efektif dan terintegrasi, agar seluruh aktivitas organisasi dapat berjalan secara efisien, transparan, dan akuntabel”, tandas Direktur.

Workshop ini diikuti kurang lebih 40 orang yang terdiri atas pimpinan Polnam, pimpinan Jurusan, Bagian, Unit dan lain sebagainya. Sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Kevin Tupamahu, Ketua SPI Universitas Pattimura.

(Humas)