Humas, Polnam – Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menggelar Kuliah Umum Literasi Digital bertema “Cerdas Bermedia Digital: Amankan Data, Lawan Hoaks, Sukses Berbisnis” di Gedung Utama Politeknik Negeri Ambon, Jumat (6/11/2026). Kegiatan yang menghadirkan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Provinsi Maluku sebagai narasumber ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan melindungi data pribadi, mengenali informasi palsu, serta memanfaatkan teknologi digital secara aman dan produktif dalam dunia bisnis.
Kuliah umum yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIT tersebut diikuti 75 mahasiswa dari tiga program studi di Jurusan Administrasi Niaga, yakni Sarjana Terapan Administrasi Bisnis, Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata, dan Diploma Tiga Administrasi Bisnis. Kegiatan ini juga melibatkan 20 dosen dan tamu undangan.

Wakil Direktur Bidang Akademik Polnam, Lory M. Parera, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan yang tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan pemahaman dan kemampuan yang relevan bagi mahasiswa. Ia berharap mahasiswa mampu mengambil manfaat dari perkembangan digital serta mengembangkan potensi diri agar dapat berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ini benar-benar tidak sekadar digitalisasi,” demikian salah satu penegasan Wadir 1 dalam sambutannya. Ia juga menyoroti besarnya peluang yang dapat dikembangkan dan dikuasai mahasiswa melalui pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki.
Menurutnya, pendidikan perlu memberikan bekal yang bermakna sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan perkembangan tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadapi perubahan zaman.
Penyelenggaraan kuliah umum ini menegaskan pentingnya membangun budaya digital yang aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan kampus maupun dunia kerja. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan yang dirancang untuk menghubungkan kemampuan literasi digital dengan kompetensi administrasi bisnis.
Transformasi digital semakin memengaruhi layanan administrasi, aktivitas bisnis, pemasaran, komunikasi organisasi, hingga pengelolaan destinasi pariwisata. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus memahami berbagai risiko yang menyertainya, seperti pencurian identitas, penipuan daring, kebocoran data, manipulasi informasi, dan penyebaran hoaks.

Materi yang disampaikan Mafindo Maluku mencakup tiga pokok bahasan utama. Pertama, keamanan dan privasi digital, termasuk pengenalan ancaman phishing, malware, social engineering, kebocoran data, dan pencurian identitas. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan praktik perlindungan akun melalui pengelolaan kata sandi, autentikasi dua faktor (2FA), pengaturan privasi media sosial, pencadangan data, serta enkripsi.
Kedua, analisis fakta dan hoaks. Pada bagian ini, mahasiswa diarahkan untuk mengenali perbedaan misinformasi, disinformasi, dan malinformasi, memahami ciri-ciri berita palsu, serta mempelajari metode verifikasi fakta dan penggunaan perangkat pemeriksa informasi (fact-checking). Pembahasan juga dikaitkan dengan kasus hoaks dalam konteks bisnis yang berpotensi merugikan pelaku usaha maupun masyarakat.
Ketiga, peserta diajak memahami pentingnya aksi nyata dan tantangan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan dirancang melalui pemaparan materi, diskusi, studi kasus, kuis, dan refleksi agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Administrasi Niaga Polnam berharap mahasiswa semakin cakap menghadapi tantangan transformasi digital, mampu menjaga keamanan informasi, serta lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Literasi digital diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi keterampilan penting yang dapat diterapkan mahasiswa dalam aktivitas profesional, pengembangan bisnis, dan kehidupan bermasyarakat.
(Humas)

