P3M Polnam Selenggarakan Seminar Substansi Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Humas, Polnam – Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarkat (P3M) Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menyelenggarakan Seminar Substansi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dana PNBP tahun anggaran 2026 Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah di hotel Marina, Jumat (18/9/2026) terhadap 18 Peneliti dan 15 Pengabdi di lingkungan Politeknik Negeri Ambon.

Pieter Frans selaku kepala P3M dalam sambutannya menyatkan bahwa seminar substansi ini merupakan seleksi tahap lanjut setelah tim P3M Polnam melakukan seleksi administrasi terhadap proposal yang diajukan tim Peneliti dan Tim Pengabdi Polnam.

“Dalam kondisi dan waktu mendesak animo para peneliti dan pengabdi sangat banyak. Tetapi yang menjadi lebih lagi bahwa para doktor dan Profesor yang menjadi animo untuk menjadi review dalam lingkungan Polnam”, ujar Frans.

Menurutnya, pemilihan lokasi Penelitian dan Pengabdian di Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah menjadi program P3M dan bukan menjadi keinginan peneliti dan pengabdi, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat.

“Setiap tahun program penelitian dan Pengabdian khusus yang dilakukan oleh P3M mengindikasinya dengan istilah pemetaan survei ataupun pemetaan identifikasi terkait kebutuhan masyarakat pada wilayah menjadi sasaran penelitian yang dimaksud”, tuturnya.

Ia lalu berpesan kepada para Peneliti dan Pengabdi bahwa Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga pendidikan vokasi ditantang apa yang akan diberikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan mereka.

“Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat di Politeknik ini kami mencoba menyisipnya dua, yaitu teknologi dan pemberdayaannya. Intinya bukan persoalan luaran naskahnya tetapi apa produknya. Karena ini sudah menjadi tantangan bagi kami untuk menjawab kebutuhan di masyarakat”, tutupnya.

Sementara itu Pelaksana Harian Direktur Polnam yang juga merupakan Wakil Direktur Bidang Akademik, Lory M. Parera dalam sambutannya memaparkan tahap ini adalah tahap yang akan menentukan apakah para peneliti dan pengabdi yang mengajukan proposalnya bisa masuk kepada tahap berikut.

“Kegiatan ini benar memang adalah kegiatan tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan setiap tahunnya. Tetapi, hal yang paling penting adalah bagaimana hasil yang Bapak/Ibu capai nanti itu nantinya benar-benar bisa berdampak bagi masyarakat”, tegasnya.

Baginya, Politeknik Negeri Ambon hadir sebagai satu institusi vokasi yang betul-betul memberikan dampak kepada masyarakat melalui strategi yang dilakukan oleh P3M.

“Satu hal yang paling penting yang harus dipegang oleh para peneliti dan pengabdi, bahwa luaran penelitian dan pengabdian kita itu juga hal yang sangat penting, yakni berdampak pada masyarakat”, kata Parera.

Ia berharap kepada para reviewer, agar dalam seleksi substansi ini betul-betul menunjukkan kapabilitas dan kemampuan untuk bagaimana melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan proposal yang diajukan oleh para peneliti dan pengabdi.

“Penelitian dan pengabdian masyarakat ini bukan hanya menjadi hal yang biasa-biasa, tetapi kita harus memberikan perhatian serius yang luar biasa di Politeknik Negeri Ambon”, tandasnya.

(Humas)

Share the Post:

Related Posts