Humas, Polnam – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memperkuat sinergi pendidikan vokasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Ambon melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta perjanjian kerja sama. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, ini melibatkan 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Ambon dan delapan perusahaan serta instansi pemerintah, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja.

Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa, dalam sambutannya menegaskan bahwa penandatanganan MoU bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terhubung mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga dunia kerja.
“Hari ini kita akan melakukan penandatanganan dokumen MoU kerja sama, ini bukan sekadar penandatanganan dokumen saja tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terhubung dari sekolah, perguruan tinggi, hingga dunia kerja,” ujar Direktur.
Menurut dia, kerja sama dengan SMK perlu diarahkan pada kesinambungan pendidikan melalui penyelarasan kurikulum dan kompetensi, kegiatan dosen mengajar, pembelajaran bersama, serta kesempatan bagi lulusan SMK untuk melanjutkan studi di Polnam melalui jalur penerimaan mahasiswa yang berlaku.
Polnam juga membuka peluang bagi siswa SMK untuk mengikuti kompetisi, perlombaan, dan kegiatan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan kampus. Selain itu, pengembangan teaching factory bersama dapat dijajaki sesuai dengan kompetensi dan fasilitas yang tersedia.
Direktur menambahkan, kerja sama dengan mitra industri juga perlu dikembangkan untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, penelitian terapan yang menjawab persoalan nyata dunia usaha dan dunia industri, serta pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan industri, sertifikasi, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi turut menjadi perhatian.
Secara khusus, Polnam berharap kerja sama ini dapat memperkuat pelaksanaan magang mahasiswa selama satu semester di dunia kerja melalui pembimbingan, target kompetensi, dan evaluasi yang terstruktur. Kolaborasi tersebut juga diharapkan membuka peluang rekrutmen lulusan Polnam sesuai kebutuhan mitra.
“Ukuran keberhasilan kerja sama bukan banyaknya dokumen yang ditandatangani, melainkan manfaat nyata yang dihasilkan bagi peserta didik, mahasiswa, industri, dan masyarakat Maluku,” kata Direktur.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Polnam, Dwi Hariyanti, menyampaikan bahwa kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi triple helix, yakni hubungan antara dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, serta instansi pemerintah.
Dalam sambutannya, Dwi menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Maluku.
Dwi juga mengungkapkan bahwa sejumlah bentuk implementasi kerja sama telah dilaksanakan oleh Polnam bersama mitra. Kegiatan tersebut antara lain perekrutan lulusan menjadi tenaga kerja mitra, perekrutan untuk uji kompetensi lulusan, kunjungan edukatif SMK, magang mahasiswa di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), magang siswa, serta pelibatan dosen tamu atau praktisi.
Bentuk kolaborasi lainnya mencakup uji kompetensi siswa dan mahasiswa serta kesempatan bagi lulusan SMK untuk mendaftar di Polnam melalui jalur prestasi peringkat satu hingga sepuluh, sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Dwi mengakui bahwa sebagian kerja sama sebelumnya belum terlaksana, sementara beberapa dokumen MoU telah berakhir masa berlakunya. Karena itu, penandatanganan kembali dan pembaruan kerja sama diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan program yang telah disepakati.
“Kami berharap MoU dan PKS yang telah dirajut kembali dan kita bangun bersama serta yang akan ditandatangani benar-benar dapat diimplementasikan. Bahasa sederhananya, MoU menuju implementasi,” tegas Dwi.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Dwi mendorong setiap mitra menunjuk narahubung atau tim teknis agar komunikasi dan koordinasi berjalan efektif. Kedua pihak menekankan pentingnya program kerja yang jelas, penanggung jawab yang terukur, serta evaluasi berkala sebagai bagian dari tindak lanjut kesepakatan.

Melalui penguatan kemitraan ini, Polnam berharap kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dapat menghasilkan sumber daya manusia vokasi yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja dan pembangunan Provinsi Maluku.
Mitra yang melaksanakan MoU dan PKS dengan Polnam antara lain SMK Negeri 2 Ambon, SMK Negeri 3 Ambon, SMK Negeri 6 Lateri, SMK Muhammadiyah, SMK Negeri 8 Ambon, SMK Negeri 4 Ambon, SMK Negeri 5 Ambon, SMK Negeri 7 Ambon, SMK Alwatan, Pegadaian Area Ambon, PT. Bank Central Asia (BCA), PT. Pegadaian Syariah Ambon, Permodalan Nasional, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).
(Humas)

