Kunjungi Polnam, Dubes Selandia Baru dan Dirjen EBTKE ESDM Resmikan Peralatan Pelatihan Tenaga Surya dan Mikrohidro

Humas, Polnam – Duta Besar Selandia Baru, H. E. Phillip Taula dan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI (EBTKE ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengunjungi Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Senin (14/9/2006). Pada kesempatan itu Dubes Selandia Baru dan Dirjen EBTKE ESDM meresmikan Peralatan Pelatihan Tenaga Surya dan Mikrohidro Polnam. Peralatan ini merupakan proyek kemitraan antara New Zealand–Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMates), Ditjen EBTKE Kemnterian ESDM, PT. PLN dengan Politeknik Negeri Ambon.

Dubes Taula dalam sambutannya menyampaikan laboratorium ini jauh lebih dari sekadar fasilitas baru; ini adalah investasi pada sumber daya manusia—pada pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan masa depan energi terbarukan di Maluku.

“Teknologi tenaga surya dan mikrohidro dapat memainkan peran penting, terutama bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan infrastruktur. Namun, teknologi saja tidaklah cukup; keberhasilan transisi energi bergantung pada sumber daya manusianya, dan menurut saya, institusi seperti Polnam berperan dalam pengembangan kapasitas manusia tersebut”, ujar Dubes.

Ia mengatakan melalui pembelajaran praktik langsung, para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata dengan sistem tenaga surya dan mikrohidro. Mahasiswa dapat bereksperimen untuk menguji dan mengembangkan keterampilan yang akan membantu mempersiapkan mereka meniti karier di sektor energi terbarukan.

“Polnam dapat berperan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan Maluku untuk masa depan. Kami berharap laboratorium ini akan menjadi tempat di mana pengetahuan membantu mengembangkan keterampilan praktis, gagasan, serta solusi; dan tempat di mana para mahasiswa yang berlatih di sini dapat tumbuh menjadi tenaga profesional terampil yang mampu mendapatkan pekerjaan serta turut mendorong masa depan energi bersih di Maluku”, harapnya.

Sementara itu Dirjen EBTKE Kementerian ESDM RI menyampaikan pengembangan energi baru dan terbarukan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan untuk mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut juga menjadi bagian penting. Sehingga energi terbarukan bisa menjadi tulang punggung dari perekonomian masyarakat.

“Kami berharap nanti dari Polnam bisa melahirkan tenaga-tenaga untuk mempunyai skill yang lebih untuk bisa memelihara bahkan mendirikan PLTS bahkan bisa mengoperasikannya”, harapnya.

Baginya sesuai arahan dari Presiden dan Menteri ESDM saat ini harus segera memanfaatkan energi yang bersumber di lokal. Di provinsi bahwa Maluku mempunyai sumber yang besar untuk PLTS dan panas bumi.

“Wilayah Indonesia Timur ini menjadi fokus bagi kita di Kementerian ESDM sesuai arahan Pak Menteri ESDM juga untuk menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan Panas Bumi”, tutur Dirjen.

Di tempat yang sama, Plh. Direktur Polnam, Lory M. Parera, menyampaikan bahwa dalam kerja sama dengan NZMates, Polnam telah memperoleh berbagai manfaat nyata bagi penguatan institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pendidikan vokasi di bidang energi baru terbarukan.

“Melalui dukungan NZMates, dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan POLNAM telah memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi di bidang energi baru terbarukan serta mengikuti pelatihan metodologi”, tutur Parera.

Menurutnya, dalam program tersebut mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, mengumpulkan data, serta memahami secara langsung kebutuhan dan tantangan penyediaan energi di wilayah kepulauan.

Bagi Polnam, dukungan ini bukan hanya berupa peralatan atau fasilitas fisik. Solar Lab dan perangkat mikrohidro merupakan investasi pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia. Fasilitas tersebut telah memperkuat pembelajaran praktik, mendukung penelitian terapan, serta meningkatkan kompetensi mahasiswa, dosen, dan Pranata Laboratorium Pendidikan”, tandas Parera.

(Humas)

Share the Post:

Related Posts